Ilmu matematika merupakan salah satu ilmu yang tak lepas dari kehidupan
sehari-hari kita. Meski banyak yang gak suka dengan ilmu yang satu ini, namun
ternyata matematika digunakan dalam berbagai macam aktivitas kita. Contoh
sederhananya adalah dalam berbelanja, menghitung uang, menenukan waktu, baik
jam maupun hari semuanya merupakan aplikasi dari ilmu matematika, dan selain
itu tentu masih banyak lagi terapan ilmu matematika dalam kehidupan sehari-hari
kita.
Sehubung dengan berkembang pesatnya sains di
dunia barat, termasuk matematika, banyak yang beranggapan bahwa ilmu matematika
lahir dari dunia barat. Sangatlah sedikit yang memahami dari kita bahwa
sesungguhnya konsep dasar ilmu matematika berasal dari dunia islam, dan
ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan islam.
Salah satu ilmuwan islam yang ahli dalam
bidang ilmu matematika adalah Muhammad
Ibn Musa Al-khawarizmi, sering dipanggil Al-khawarizmi, atau di Eropa dikenal
dengan panggilan Al-cowarizmi, Al-ahawarizmi, Al-karismi, Al-goritmi,
Al-gorismi, dan beberapa cara ejaan lagi.
Muhammad Ibn Musa Al-khawarizmi lahir pada
sekitar tahun 780 di Khawarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar
tahun 850 di Baghdad. Al-khawarizi menghabiskan hidupnya di pinggiran kota
Baghdad pada masa kekhalifahan Ama’mun (813-833). Khalifah Al-ma’mun menjadikan
Al-khawarizmi sebagai anggota “Bayt Al-hikmah” di Baghdad, sebuah lembaga
pendidikan yang meneliti ilmmu-ilmu pengetahuan dan terjemahan, yang didirikan
oleh Harun Ar-rasyid.
Al-khawarizmi memiliki banyak karya dan
prestasi dalam dunia pendidikan, diantaranya adalah bahwa beliau yang
meletakkan dasar berhitung dan ilmu Al-jabar, beliau menjelaskan kegunaan
angka-angka, termasuk angka nol. Melalui beliau lah Eropa belajar menggunakan
angka nol atau nihil, yang dengannya mempermudah penerapan metode berhitung
dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau adalah orang pertama yang
membicarakan ilmu Al-jabar secara sistematik, dalam bidang ini beliau memiliki
karya yang sangat gemilang, yaitu bukunya yang terkenal dengan Hisab Al-jabar
Walmuqobla, sebuah buku pelajaran
yang berharga, berisikan uraian dan penjelasan tenta ng persamaan linear
dan kuadrat. Mengomentari karyanya tersebut, pengarang The History
of Arabs mengatakan: Diterjemahkan
kedalam bahasa latin oleh Gerard dari Cremona pada abad ke-12, dan digunakan
sebagai buku teks utama matematika di universitas-universitas di Eropa hingga
abad ke-16.
Begitu besar sumbanagan Al-khawarizmi untuk
ilmu ukur sudut. Table ilmu ukur sudutnya yang berhubungan dengan fungsi sinus
dan garis singgung diterjemahka kedalam bahasa latin pada 1126 oleh Adelard
dari Bath. Beliau pula yang memperkenalkan tanda-tanda negatif, yang sebelunnya
tidak dikenal di Arab. Beliaulah yang menerangkan geometric, dengan angka-angka
untuk persamaan kuadrat, misalnya, × 210˟ = 39, yang oleh para
matematikawan sesudahnya digunakan lagi
secara berulang-ulang.
Meskipun Muhammad Ibn Musa Al-khawarizmi
lebih dikenal sebagai matematikawan, tetapi beliau juga ahli dalam
bidang-bidang yang lainnya, seperti astronomi dan geografi, musik, dan sejarah.